Transplantasi Kornea
Transplantasi Kornea atau cangkok kornea, merupakan prosedur mengganti kornea yang  keruh dan bentuk kornea yang tidak beraturan dengan kornea donor yang sehat dan jernih. Kornea merupakan bagian mata yang paling luar, transparan dan jernih, berfungsi untuk melindungi mata dan melihat. Kornea terdiri dari 6 lapisan.
Cangkok kornea dibagi menjadi semua lapisan kornea dan sebagian atau lapisan tertentu saja yang dicangkok. Kornea tidak memgandung pembuluh darah, jadi tidak memerlukan uji kecocokan antara resipien dengan pendonor seperti transplantasi organ lain, angka terjadinya penolakan lebih kecil dan keberhasilan menjadi lebih tinggi. 
  • Penetrating keratoplasty (PKP)
PKP mengganti semua lapisan kornea. Dilakukan pada kekeruhan kornea atau gangguan di kornea yang mengenai seluruh lapisan. Kornea dari donor disatukan dengan kornea resipien memanfaatkan jahitan. Jahitan tersebut aman dan dilepas sesuai kebutuhan dan kondisi klinis.
  • Deep anterior lamellar keratoplasty (DALK)
DALK mengganti lapisan kornea bagian luar dengan sedikit menyisakan lapisan dalam kornea resipien. Risiko reaksi penolakan lebih kecil dari PKP dan perawatan lebih mudah.
  • Descemete stripping automated endothelial keratoplasty (DSAEK)
DSAEK cangkok kornea dengan mengganti lapisan belakang kornea dan menyisakan sedikit lapisan stroma. Kerusakan fungsi pompa untuk menjernihkan kornea karena jumlah sel endotel berkurang. Risiko penolakan minimal, perawatan pasca operasi lebih mudah karena tidak ada jahitan yang banyak seperti PKP dan DALK. Donor ditempelkan didalam mata menggunakan gelembung udara/ gas SF6. Pemakaian steroid tetes mata lebih singkat sehingga minimal untuk terjadi glaukoma sekunder akibat steroid.
  •  Descemete membran endothelial keratoplasty (DMEK)
DMEK adalah cangkok kornea yang hanya mengganti lapisan belakang kornea tanpa meninggalkan lapisan stroma. Prosedur yang sangat minimal invasive untuk menggantikan sel endotel yang menurun. Sama dengan DSAEK donor ditempelkan dengan gelembung udara/gas SF6. Pemulihan lebih cepat dan pemakaian steroid juga lebih singkat. Sehingga risiko penolakan dan glaukoma sekunder akibat steroid juga lebih rendah.
  • Keratoprosthesis (K-Pro)
K-Pro adalah kornea buatan, material dari polymethylmethacrylate (PMMA). Kornea resipien diambil seluruh lapisan, kemudian K-Pro di implan dengan bantuan kornea donor dan disatukan oleh jahitan bersama kornea resipien. Bermanfaat pada kegagalan tranplantasi kornea berulang.