dr. Dini Dharmawidiarini, SpM(K)

Dokter Dini adalah dokter spesialis mata konsultan di bidang katarak, kornea dan bedah refraksi. 

Menyelesaikan pendidikan spesialis mata dari Universitas Airlangga pada Januari 2009. Memulai karir dengan melakukan pelayanan pada masyarakat di Bali bersama The John Fawcett Foundation Indonesia dan mendapatkan pelatihan Manual Small Incision Cataract Surgery di bawah supervisi konsultan spesialis mata The John Fawcett Foundation dari Perth, Australia. Bekerja sosial melakukan operasi katarak untuk pasien tidak mampu di Bali dan wilayah Indonesia lainnya serta aktif sebagai relawan hingga sekarang. Selain kegiatan sosial selama 5 tahun, juga sebagai praktisi klinis di Rumah Sakit Ganesha Gianyar dan Siloam Hospital Bali. 

Bekerja di lingkup kemanusiaan mengantar dr Dini sebagai clinical observer bidang oculoplasty di Lions Eye Intitute Perth, Australia 2012 dan memperoleh penghargaan Surgeons International Award dari Royal Australasian College of Surgeon. Beberapa penghargaan lain didapat sebagai relawan dan juga di bidang pendidikan, salah satunya sebagai penerima Developing Nation Grant dari Asia Pacific Academy of Ophthalmology 2011 di Sydney, Australia.

Dr Dini lahir dan besar di Surabaya, berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan pendidikan. Saat ini telah menikah dan tinggal di Surabaya timur. Januari 2014 akhirnya kembali ke Surabaya bersama Rumah Sakit Mata Undaan mengembangkan layanan di bidang katarak, bedah refraksi dan khususnya transplantasi kornea yang ternyata sangat dibutuhkan di Indonesia.


​ Dr Dini memperdalam subspesialisasi dengan melakukan fellowship di bidang kornea dan bedah refraksi di Jakarta Eye Center 2016, dan dilanjutkan ke Cornea Clinic Apollo Hospital Hyderabad, India 2017. Melengkapi subspesialis kornea dengan melakukan observasi di Ramayamma International Eyebank LV Prasad Eye Institute Hyderabad 2017. Selalu berusaha menambah pengetahuan dan ketrampilan dengan mengikuti kursus dan pelatihan, diantaranya Lasik accreditation course Singapore National Eye Centre 2018; Artisan phakic & aphakic training lens Ophtec Groningen Belanda 2019; Smile accreditation course di Singapore National Eye Center 2019; DMEK and Advanced Keratoconus wetlab course NIIOS Rotterdam Belanda 2020; ICL accreditation course, European accreditation council, September 2021; Therapeutic Refractive Surgery Course, London Vision Center, London November 2022; Refractive surgery (Lasik, Presbyopia correction & SMILE) accreditation course, european accreditation council, Juni 2023.

Ketekunan dan kesungguhan dalam belajar untuk pelayanan menghadirkan teknologi transplantasi kornea lamellar atau sebagian lapisan kornea untuk masyarakat di Indonesia. dr Dini adalah salah satu founder National Eye Center yang berdiri tahun 2021 dan aktif sebagai konsultan bedah refraksi termasuk Lasik dan Smile sampai sekarang.

Minatnya sebagai pendidik dijalankan dengan menjadi instruktur phacoemulsifikasi bersama Klinik Mata KMU Gresik 2016 sampai dengan sekarang, dan pernah menjadi koordinator pendidikan serta menjadi praktisi klinik di KMU Gresik 2014-2021. Saat ini juga menjadi dosen luar biasa residen mata Universitas Airlangga kerjasama dengan Rumah Sakit Mata Undaan dan fakultas kedokteran Universitas Surabaya.

dr Dini beberapa kali menjadi pembicara acara ilmiah baik lingkup nasional maupun internasional. Selain sebagai pembicara pada topik transplantasi kornea, dr Dini juga sebagai pembicara di bidang bedah refraksi teknologi terkini Lasik yaitu Smile Pro, phakic IOL untuk pasien yang tidak bisa di Lasik dan Smile, serta bedah refraktif katarak menggunakan lensa premium Multifocal dan Toric.

Sebagai salah satu ahli bedah kornea yang langka di Indonesia ini, untuk dapat menolong lebih banyak orang dengan buta karena kornea dr Dini bersama Perhimpunan Perawatan Penderita Penyakit Mata Undaan (P4MU) membangun Cornea Donation Center Rumah Sakit Mata Undaan (CDC RSMU). Saat ini menjadi ketua CDC RSMU dan aktif melakukan sosialisasi mengenai pentingnya donor kornea dalam rangka membantu Bank Mata Indonesia pusat untuk meningkatkan donor kornea di Indonesia.